Surat Arifin Ilham untuk Presiden Jokowi Tercinta
Republika/Adhi Wicaksono

Dai Muhammad Arifin Ilham akan
memberikan tausiah kepada pegawai KPK di Jakarta, Selasa (16/7).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri
majelis taklim Adz-Dzikra, Muhammad Arifin Ilham mengirim surat terbuka untuk
Presiden Jokowi. Dia mengingatkan agar Jokowi menjadi pemimpin tegas bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Dia juga mengingatkan, Jokowi adalah
presiden RI, bukan lagi petugas partai. Karena itu, ia wajib memenuhi seluruh
janji yang sudah diucapkannya kepada rakyat Indonesia. Berikut penuturan
lengkap dai berusia 45 tahun tersebut:
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi
wa barkaatuhu.
Semoga salam rahmat dan berkah Allah
selalu menyertai ayahanda Jokowi tercinta...aamiin. SubhanAllah ayahanda terpilih
dan mengemban amanah Allah sebagai presiden negeri tercinta ini. Sungguh
jabatan yg ayah emban hakekatnya amanah Allah yg ayah akan pertanggungjawabkan
di akhirat kelak.
Ingat ayah, ayah adalah hamba Allah,
seorang Muslim yang punya tugas utama mengabdikan kepada Allah sebagai
"Kholifah fil ardhi" ( QS Adz Dzariyat 56). Sadarilah ayahanda, kita
semua tidak lama hidup di dunia ini, jabatan yg ayah emban juga tidak lama.
Sungguh kita akan hidup selama lamanya di akhirat.
Dunia ini memang sebentar tetapi
menentukan keadaan kita selama lamanya, memang sebentar tetapi resikonya
terlalu besar. Ayahanda, jangan sia siakan kesempatan hidup ini, ingat segala
keputusan ayahanda berimplikasi pada kedudukan ayahanda di akhirat kelak.
Bacalah Kalam Allah surah An Nisa
ayat 85, "Barang siapa memutuskan keputusan yg benar lalu banyak yg
mengikutnya maka sebanyak itulah pahala yg ia peroleh, dan barang siapa
memutuskan yg buruk lalu banyak yg mengikutnya maka sebanyak itulah dosa yg ia
pikul...".
Sungguh jika ayahanda jujur amanah
maka ayah meraih kedudukan mulia lebih mulia dari para syuhada dan satu derazat
di bawah kedudukan para nabi (QS An Nisa 69), dan di akhirat kelak menjadi
hamba utama yg meraih perlindungan Allah, “Imam yg ‘adil akan dinaungi oleh Allah
(pada hari kiamat) di bawah naungan-Nya” (HR Bukhoii Muslim).
Ttetapi, kalau ayah hianat,
berdusta. Mohon ayah baca dg hati yg dalam peringatan Rasulullah ini, ”Pemimpin
mana saja yg menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” (HR Ahmad),
”Barangsiapa yg diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak
mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga” (HR Bukhari
Muslim].
Dalam lafadh yg lain disebutkan :
”Ia mati dimana ketika matinya itu ia dalam keadaan menipu rakyatnya, maka
Allah haramkan baginya surga”, “Barangsiapa yg melakukan perbuatan jahat atau
melindungi pelaku kejahatan, maka baginya laknat dari Allah, para malaikat, dan
seluruh manusia. Tidak diterima darinya amal wajib maupun amal sunnah (yg ia
kerjakan)” (HR Bokhori Muslim).
Ayahanda sekarang presiden negeri
ini, mayaoritas penduduk negeri menunggu bukti janji ayahanda. Kini ayahanda
bukan petugas partai lagi, bukan pelaksana koalisi, bukan pembela kepentingan
kelompok siapapun bukan pembawa pesan siapapun. Ayah presiden, ayah harus punya
kemandirian sikap,tegas, berani, jujur, jangan takut kepada siapapun.
Takutlah hanya kepada Allah yg masih
mengizinkan ayahanda bernafas. Mayaoritas penduduk negeri ini susah, sogok menyogok
dan korupsi membudaya, ma'siyat dimana mana, inilah tugas utama ayahanda,
ayahanada harus kuat dg dukungan aparat yang kuat juga, menteri yg jujur,
tentara yg kuat, polisi yg bersih, KPK yg berani. Ayahanda waktu terus
berjalan, tumpukan kekecwaan, marah dan susah sudah bercampur yg bisa tumpah.
Segeralah ayah bersikap sebagai
presiden negeri yg takut kepada Allah, berani, jujur, amanah dan mandiri
memutuskan untuk kepentingan kemamkmuran kesejahteraan rakyat ini.
"Takutlah ayah kepada Allah dan Hari PembalasNya, ajaklah kami rakyat
bangsa ini takut kepada Allah, hidup bahagia dalam hidayah Syariat dan Sunnah
NabiNya yg ayah dan nanda cintai bersama.
"Seandainya penduduk suatu
negeri beriman dan bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah turunkan keberkahan
dari langit dan bumi, tetapi kalau menggunakan ni'matNya untuk berbuat zholim,
maka kami azab mereka karena kejahatan mereka" (QS Al 'raf 96).
.Allahumma ya ALLAH kami rindu
pemimpin yg berwibawa, yg sangat takut kepadaMU dan mengajak kami takut
kepadaMU...pemimpin yg mengajak kami hidup dalam SyariatMU dan bahagia dalam
Sunnah NabiMU. Allahumm ya ALLAH selamat kami, negeri kami dari
murkaMU...aamiin. Dari rintihan hati seorang anak bangsa yg mencintai umat dan
negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar