V . INPUT – OUTPUT ANALISYS ( ANALISA MASUKAN – KELUARAN )
Salah satu terapan Aljabar matriks adalah analisis masukan – keluaran . Analisis Masukan - keluaran ini diperkenalkan oleh seorang Ahli matematika yang bernama Prof Leontief pada tahun 1936 .
Prinsip dasar dalam analisis masukan - keluaran adalah , bagaimana caranya menentukan agar setiap n sektor dalam proses ekonomi tepat memproduksi sejumlah jenis barang untuk dapat memenuhi permintaan dari sektor – sektor lain dan sisanya untuk keperluan masyarakat ( permintaan akhir ) .
Kesimpulan yang dapat ditarik ialah bahwa setiap sektor dalam perekonomian saling berkaitan , dengan kata lain sektor yang satu tergantung pada sektor yang lain . Misalnya perekonomian suatu daerah dinyatakan dengan ketergantungan antara sektor pertanian , sektor pabrikasi dan sektor jasa . Ketergantungan antara ketiga sektor dapat dilihat pada tabel berikut ini :
|
Pabrikasi
|
Pertanian
|
Jasa
|
Permintaan
Akhir
|
Jumlah keluaran
|
|
|
Pabrikasi
|
30
|
50
|
10
|
60
|
150
|
|
Pertanian
|
20
|
60
|
30
|
90
|
200
|
|
Jasa
|
10
|
40
|
50
|
80
|
180
|
1.Menurut baris :
a. Keluaran untuk sektor pabrikasi sebanyak 150 unit yang digunakan untuk :
Sektor Pabrikasi itu sendiri sebanyak 30 unit
Sektor pertanian sebanyak 50 unit
Sektor Jasa sebanyak 10 unit
Sedangkan sisanya untuk permintaan akhir 60 unit
b.Keluaran untuk sektor Pertanian sebanyak 200 unit yang digunakan untuk :
Sektor Pabrikasi sebanyak 20 unit
Sektor Pertanian itu sendiri sebanyak 60 unit
Sektor Jasa sebanyak 30 unit
Sisanya untuk permintaan akhir sebanyak 90 unit
c.Keluaran untuk sektor jasa sebanyak 180 unit yang digunakan untuk :
Sektor Pabrikasi sebanyak 10 unit
Sektor Pertanian sebanyak 40 unit
Sektor Jasa itu sendiri sebanyak 50 unit
Sisanya untuk permintaan akhir sebanyak 80 unit
Metode untuk menyelesaikan Analisis masukan – keluaran sebagai berikut :
Misalkan keluaran sektor ke-i sebanyak digunakan untuk n sektor dan sisanya ,
koefisien masukan sektor ke –i dan keluaran sektor ke – j dimana
I = 1,2 , 3,… , n dan j = 1, 2 ,3 …,n ) . Jumlah keluaran sektor ke i dinyatakan dengan persamaan :
=
=
=
.
.
.
= , persamaan ini dapat dituangkan dalam bentuk matriks sebagai berikut :
atau X = AX + C dimana X = ; C =
Dan A = maka untuk menentukan nilai X dapat dihitung dengan menggunakan formula berikut ini :
X dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
X = AX + C
X – AX = C matriks satuan berdimensi n x n
I - A = matriks Teknologi berdimensi n x n
A = matriks koefisien berdimensi n x n
C = matriks permintaan akhir
I – A bukan matriks singular atau | I – A | sehingga X = C .
Dengan demikian dapatlah ditentukan jumlah keluaran setiap sektor yaitu :
X =
Soal :
Hitunglah X jika diketahui :
A = ; C =
Solusi :
I- A = - I – A =
X = C dapat dihitung sebagai berikut :
= maka terlebih dahulu ditentukan |I-A| dengan Matlab programe
|I-A| =[0.7,-0.4,-0.2 ; -0.2,1,-0.5;-0.1,-0.3,0.9];
>> det(I-A)
ans =
0.4010 sedangkan adj (I-A ) dihitung dengan menggunakan formula ( )’ sehingga terlebih dahulu ditentukan Matriks Kofaktornya sebagai berikut :
I – A =
= 0,75 = 0,23
= 0,16 ; = 0,42 ; = 0,61 ; = 0,25
= 0,4 ; = 0,39 ; = 0,62. sehingga matriks kofaktornya adalah :
(I-A)’ = =
=
X= =
= =
Tidak ada komentar:
Posting Komentar